ANTARA LAUT DAN BUKIT, Riswo Mulyadi
baru saja kembali ke bukit
dari laut
mimpiku
sayang, aku tak membawa cinderamata
pasir, karang ataupun ombak
hanya sekeranjang puisi pasi
lukisan diamku
goresan kegelisahan yang sempat kularung tanpa sesaji
siapa tahu bisa menjadi ceritaku pada anak cucu
tentang laut dan negeri monyet
tentang pasir dan gulungan ombak
yang adalah bagian kehidupan negeri ini
03 Januari 2016
Lumbung Puisi IV 2016
Lumbung Puisi IV 2016
1.Dokumentasi
2.Tidak diperjualbelikan
3.Penilaian naskan berdasarkan karya
4.Tema : Margasatwa Indonesia
5. Kirim 2 Puisi Terbaik Anda ke agus.warsono@ymail.com
6.Peserta tak dibatasi usia/dan golongan dengan status milik sendiri,
email pribadi, dan memberikan nama asli apabila menggunakan nama
samaran.
7.Naskah dikirim lewat email dengan biodata yang melekat dengan
naskah dalam 1 fail.
8. Gratis Pendaftaran
9. Partisipasi dana pengiriman buku dikirim sebelum diterbitkan.
10. Kegiatan sastra biasa/rutin.
11.Lumbung Puisi Sastrwan Indonesia Jilid IV
Diperuntukan bagi penyair yang belum pernah mengikuti Lumbung Puisi Jilid I, II dan III
12. Rekrutment puisi mulai 22 Desember hingga 21 April 2016
Menghindari :
1. Kiriman naskah menggunakan nama samaran dan alamat samaran,
setelah diumumkan muncul nama baru dengan alamat baru yang
sesungguhnya. (Meragukan kualitas karya sendiri)
2. Tim Seleksi dipusingkan oleh fail alamat yang terpisah.
3.Lumbung puisi bukan lomba, tetapi tetap diseleksi yang menyangkut berbagai hal seperti, data penyair apakah penyair abal-abal apa tidak, data status apakah status palsu apa tidak, puisi apakah plagiat, sandur, terjemahan atau memang karya asli. Kemudia puisi itu sendiri sesuai tema apa tidak, bagus/layak apa tidak, jadi digarap sungguhg sungguh.
Memaklumi :
Biaya penerbitan dan percetakan ini pribadi bukan berasal dari lembaga atau sumber yang lain. Karena itu cetak sangat terbatas.
Kegiatan ini hanya untuk menghidupkan aktifitas sastra.
Lumbung Puisi Sastrwan Indonesia
Dokumentasi untuk encyiclopedia sastrawan Indonesia oleh HMGM
1.Dokumentasi
2.Tidak diperjualbelikan
3.Penilaian naskan berdasarkan karya
4.Tema : Margasatwa Indonesia
5. Kirim 2 Puisi Terbaik Anda ke agus.warsono@ymail.com
6.Peserta tak dibatasi usia/dan golongan dengan status milik sendiri,
email pribadi, dan memberikan nama asli apabila menggunakan nama
samaran.
7.Naskah dikirim lewat email dengan biodata yang melekat dengan
naskah dalam 1 fail.
8. Gratis Pendaftaran
9. Partisipasi dana pengiriman buku dikirim sebelum diterbitkan.
10. Kegiatan sastra biasa/rutin.
11.Lumbung Puisi Sastrwan Indonesia Jilid IV
Diperuntukan bagi penyair yang belum pernah mengikuti Lumbung Puisi Jilid I, II dan III
12. Rekrutment puisi mulai 22 Desember hingga 21 April 2016
Menghindari :
1. Kiriman naskah menggunakan nama samaran dan alamat samaran,
setelah diumumkan muncul nama baru dengan alamat baru yang
sesungguhnya. (Meragukan kualitas karya sendiri)
2. Tim Seleksi dipusingkan oleh fail alamat yang terpisah.
3.Lumbung puisi bukan lomba, tetapi tetap diseleksi yang menyangkut berbagai hal seperti, data penyair apakah penyair abal-abal apa tidak, data status apakah status palsu apa tidak, puisi apakah plagiat, sandur, terjemahan atau memang karya asli. Kemudia puisi itu sendiri sesuai tema apa tidak, bagus/layak apa tidak, jadi digarap sungguhg sungguh.
Memaklumi :
Biaya penerbitan dan percetakan ini pribadi bukan berasal dari lembaga atau sumber yang lain. Karena itu cetak sangat terbatas.
Kegiatan ini hanya untuk menghidupkan aktifitas sastra.
Lumbung Puisi Sastrwan Indonesia
Dokumentasi untuk encyiclopedia sastrawan Indonesia oleh HMGM
Lukisan Raden Saleh adalah Pusaka, Taufiq Ismail
Lukisan Raden Saleh adalah Pusaka
Menatap lukisan Penangkapan Diponegoro, aku berdiri dan termangu
Di depan kanvasmu, lewat jendela bingkaimu kau undang aku
Meluncur masuk lorong sejarah. Kau beri kami langit Magelang
Tiada awan menggulung atau terbentang
Cuma ada dua puncak gunung dan bukit kabut tipis tergenang
Kau beri kami adegan abad sembilan belas, yang begitu tegang
Seorang Pangeran, panglima pertempuran telah ditangkap
Dia mengenakan serban hijau, jubah putih tanpa alas kaki
Badannya kecil, tapi wajahnya menantang dengan sikap berani
Aku tidak membaca rasa sesal atau menyalahkan nasib
Pada perincian wajahnya yang diguratkan dengan cat minyak
Seratus tiga puluh delapan tahun yang lalu
Raden Saleh Sjarif Bustaman, betapa padat isyarat lukisan tuan
Taufiq Ismail
Menatap lukisan Penangkapan Diponegoro, aku berdiri dan termangu
Di depan kanvasmu, lewat jendela bingkaimu kau undang aku
Meluncur masuk lorong sejarah. Kau beri kami langit Magelang
Tiada awan menggulung atau terbentang
Cuma ada dua puncak gunung dan bukit kabut tipis tergenang
Kau beri kami adegan abad sembilan belas, yang begitu tegang
Seorang Pangeran, panglima pertempuran telah ditangkap
Dia mengenakan serban hijau, jubah putih tanpa alas kaki
Badannya kecil, tapi wajahnya menantang dengan sikap berani
Aku tidak membaca rasa sesal atau menyalahkan nasib
Pada perincian wajahnya yang diguratkan dengan cat minyak
Seratus tiga puluh delapan tahun yang lalu
Raden Saleh Sjarif Bustaman, betapa padat isyarat lukisan tuan
Taufiq Ismail
TAMAN BUNGA PUSARA HATI, Sukma Melati Jingga
Tema: Akhir Tahun
Judul: TAMAN BUNGA PUSARA HATI
Karya: Masayu Sechmaida
Madu cinta nan tersaji
Di cawan cantik nan indah
Kita reguk kenikmatan di altar suci
Terlahir bidadari jelita belaian kasih
Sempurna bahagia anugerah Illahi
Saat pesta pergantian tahun baru
Bersama kita menatap pijar kembang api
Meriah gema nada terompet menderu
Seketika tersentak dentum relung hati
Badai Desember datang menguji
Raga kakanda terserang sinositis
Lara merejam sadis sangat tragis
Sewindu kutatap masa bersama buah hati
Lorong sepi kulalui hingga di akhir tahun
Taman bunga pusara hati tinggal kuntum melati
Akhir Desember bertabur doa dalam lantunan
Bandar Lampung
0+ Januari 2016
Judul: TAMAN BUNGA PUSARA HATI
Karya: Masayu Sechmaida
Madu cinta nan tersaji
Di cawan cantik nan indah
Kita reguk kenikmatan di altar suci
Terlahir bidadari jelita belaian kasih
Sempurna bahagia anugerah Illahi
Saat pesta pergantian tahun baru
Bersama kita menatap pijar kembang api
Meriah gema nada terompet menderu
Seketika tersentak dentum relung hati
Badai Desember datang menguji
Raga kakanda terserang sinositis
Lara merejam sadis sangat tragis
Sewindu kutatap masa bersama buah hati
Lorong sepi kulalui hingga di akhir tahun
Taman bunga pusara hati tinggal kuntum melati
Akhir Desember bertabur doa dalam lantunan
Bandar Lampung
0+ Januari 2016
MENANTI, Hafney Maulana
MENANTI
menyimpan sepimu
dalam menanti
sangsi mimpi
takdirmu
#sonian.by:hafney maulana'16
menyimpan sepimu
dalam menanti
sangsi mimpi
takdirmu
#sonian.by:hafney maulana'16
Sukma Melati Jingga," Salam sore mayapada"
Salam sore mayapada
Judul: KESEMPATAN
Karya: Sukma Melati Jingga
Tanpa tidak kamu sadari
Dia manfaati situasi
Seperti ini
Kesempatan
Tersenyum
Merasa berhasil
Tergapai semua rencana
Semudah membalikan telapak tangan
Balam
08 Januari 2016
Judul: KESEMPATAN
Karya: Sukma Melati Jingga
Tanpa tidak kamu sadari
Dia manfaati situasi
Seperti ini
Kesempatan
Tersenyum
Merasa berhasil
Tergapai semua rencana
Semudah membalikan telapak tangan
Balam
08 Januari 2016
Kwatrin Pada Malam, Ongko Wijoyo
Kwatrin Pada Malam
Pada sang Malam ku meminta,
Jangan lekas pergi tetaplah bertahta.
Pada sang Malam ku berkata,
Temani aku pahami gema cinta.
Ketika sukmaku menggapai sukmanya,
Serupa kiambang bersama tautnya.
Ketika rasaku larut dalam ombak pasangnya,
Hingga terhempas, terlepas di altar surgawinya.
Dan dalam rengkuhmu wahai sang Malam,
Biarkan aku dan nya tenggelam,
Menyatukan dua jiwa dalam satu tubuh,
Selalu saling butuh dalam hening berlabuh.
10012016_Surabaya
Pada sang Malam ku meminta,
Jangan lekas pergi tetaplah bertahta.
Pada sang Malam ku berkata,
Temani aku pahami gema cinta.
Ketika sukmaku menggapai sukmanya,
Serupa kiambang bersama tautnya.
Ketika rasaku larut dalam ombak pasangnya,
Hingga terhempas, terlepas di altar surgawinya.
Dan dalam rengkuhmu wahai sang Malam,
Biarkan aku dan nya tenggelam,
Menyatukan dua jiwa dalam satu tubuh,
Selalu saling butuh dalam hening berlabuh.
10012016_Surabaya
Langganan:
Postingan (Atom)